Jangan Berhenti, Menjadi Sarjana Tinggal Sedikit Lagi!!

Hidup adalah serangkaian perjuangan. Setiap harinya, kita pun di tantang menghadapi berbagai ujian dan cobaan. Ada kalanya kita bisa jadi pribadi yang tangguh, meski tak bisa dipungkiri kita pun masih sering mengeluh.

Bagi kalian para mahasiswa, momen perjuangan meraih gelar sarjana tentu tak bisa dianggap sederhana. Ada sekian mata kuliah yang harus dituntaskan demi mencapai IPK yang sesuai harapan. Sebagai syarat kelulusan, kamu pun masih harus menyelesaikan skripsi yang seringkali terasa menjemukan; sulitnya menentukan topik penelitian, menuliskan hasil pemikiran, hingga menjalani proses bimbingan.

“Skripsi memang tak mudah, tapi adakah alasan untuk menyerah? Bukankah memilih berhenti berarti menyia-nyiakan perjuanganmu selama ini, padahal keberhasilan pasti bisa diraih jika kamu mau bertahan sedikit lagi?”

Suasana Pembukaan Sidang Skripsi STIE Dwimulya

Kamu tentu masih ingat betapa dulu kamu pernah sangat bersemangat. Ketika itu, kamu merasa bahwa skripsi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Kamu punya keyakinan; asalkan mengerjakan skripsi sesuai topik yang disukai, kamu tak akan mengalami kesulitan atau merasa malas saat mengerjakan. Sejak mengikuti kelas Metodologi Penelitian, kamu mulai menimbang-nimbang tentang topik, judul, dan metode apa yang akan dipilih.

Skripsi bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam hitungan hari. Mungkin, kamu hanya butuh waktu antara 3 – 6 bulan lamanya. Sementara, temanmu yang lain terpaksa harus menempuh lebih dari 1 tahun untuk menyelesaikannya. Ya, kemampuan dan kesulitan yang dialami tiap-tiap mahasiswa saat mengerjakan skripsi memang berbeda-beda.

Beruntung jika kamu bisa melewati masa-masa ini dengan mulus alias tanpa hambatan. Cukup 1 atau 2 kali bertemu dosen pembimbing, kamu bisa dengan mudah mendapat ijin untuk ujian. Tapi, apa yang terjadi jika sampai hari ini kamu masih sedang berjuang mati-matian untuk skripsimu? Menghadapi dosen pembimbing yang tak mudah diajak kompromi, perfeksionis, atau terlalu sibuk hingga sangat sulit ditemui. Betapa jengahnya mengakrabi lembar demi lembar tulisan yang direvisi, atau rasa kesal yang kamu rasakan saat diminta mencari referensi tambahan hingga ke kampus-kampus lain.

 Apapun kesulitan yang saat ini kamu alami, yakinlah bahwa semuanya pasti bisa kamu lewati. Sebagai manusia, kamu boleh kok sesekali mengeluh atau bersedih. Tapi setelahnya, kembali tegakkan kepala karena perjuangan harus dilanjutkan.

“Skripsi itu soal kemampuan intelektual dan kecerdasan emosional, sedangkan lulus itu perkara waktu dan seberapa keras usahamu”

Ketua STIE Dwimulya Beserta para Dosen-Dosen Penguji Skripsi

Ketika butuh waktu lama untuk menyelesaikan skripsi bukan berarti kamu tidak pintar. Pasti ada berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Apakah topik yang kamu ambil terlalu sulit? Apakah dosen pembimbingmu yang terlalu perfeksionis? Apakah kamu terlalu sibuk dengan hal lain yang membuatmu tak bisa fokus menuntaskan skripsimu? Ataukah justru kamu sendiri yang perfeksionis dan terlalu menikmati masa-masa ini?

Ada banyak alasan yang menyebabkan seseorang harus menyelesaikan skripsinya dalam waktu yang lama. Skripsi tak sama dengan ujian yang harus kamu lakoni setiap akhir semester. Lebih dari itu, skripsi jelas jauh lebih rumit. Tak sekadar berbekal kecerdasan, kematangan emosionalmu pun akan diuji.

Kamu memang harus memahami teori yang kamu pakai, metode penelitian yang kamu pilih, dan data-data yang kamu gunakan. Tapi, bagaimana kamu bisa mengatur waktu antara mengerjakan skripsi sambil menjalankan bisnis sendiri misalnya atau pun sambil bekerja? Bagaimana kamu bisa bersikap profesional atau tak merasa sakit hati saat dosen pembimbing mengkritik tulisanmu habis-habisan? Dan bagaimana kamu bisa menerima rasa sedih dan kecewa sambil terus melanjutkan skripsimu?

Salah Satu Mahasiswi STIE Dwimulya yang sedang Sidang Skripsi

 Skripsi hanyalah bagian kecil dari kisah hidupmu. Ibarat bersepeda, kamu sedang melewati jalan yang menanjak. Nanti setelah berhasil melewatinya, kamu akan menemukan jalan lurus dengan pemandangan indah di kanan-kirinya. Kamu tak harus berhenti, memutar arah, atau memilih kembali ke tempatmu sebelumnya. Maksimalkan tenaga, kayuh sepedamu sekuat mungkin hingga kamu bisa melewatinya.

Selesai dengan skripsi, kamu bisa lebih bebas menentukan jalan hidupmu. Apakah ingin bekerja, melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya, atau memilih segera menikah? Pilihan sepenuhnya ada di tanganmu. Yang pasti, kehidupan yang lebih baik sudah menantimu. Tuntaskan sisa kewajibanmu di kampus, lalu kamu bisa memulai kehidupan baru yang lebih bebas dan membahagiakan.

Suasana Yudisium dan pembacaan hasil sidang Skripsi

Apa kabarmu hari ini wahai pejuang skripsi..? Semoga api semangatmu tak pernah mati sebelum gelar sarjana bisa kamu kantungi.. dan selamat meraih gelar sarjana Mahasiswa-Mahasiswi STIE Dwimulya yang telah menyelesaikan sidang skripsi.. Selamat meraih gelar Sarjana Manajemen dan Sarjana Akuntansi..

Serang, 25 Februari 2017