Biodiversity Accounting Jadi Tema Pengabdian 2025
Kampus mengangkat akuntansi keanekaragaman hayati sebagai tema riset unggulan.

SERANG — STIE Dwimulya menetapkan Biodiversity Accounting atau akuntansi keanekaragaman hayati sebagai tema pengabdian unggulan pada 2025. Gagasan ini disampaikan pengelola penelitian kampus sebagai upaya menautkan ilmu ekonomi dengan isu keberlanjutan lingkungan.
Tema tersebut rencananya diterapkan pada kegiatan pendampingan di kawasan Kubang Baros, dengan salah satu fokus pada usaha madu teuweul (madu lebah tanpa sengat). Pemilihan tema mencerminkan keberanian kampus mengangkat isu riset kontemporer yang relevan secara global.
Ketika Ekonomi Bertemu Ekologi
Akuntansi keanekaragaman hayati merupakan pendekatan yang mencoba mengukur dan melaporkan nilai serta dampak aktivitas ekonomi terhadap keanekaragaman hayati. Bagi kampus ekonomi, tema ini membuka ruang riset baru yang memadukan akuntansi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.
Pengelola riset mengajak dosen turut mengembangkan tema ini menjadi luaran ilmiah, baik dalam bentuk artikel jurnal maupun laporan pengabdian. Isu yang bernilai kebaruan diyakini berpeluang bersaing dalam seleksi hibah penelitian nasional.
Dengan mengusung tema berkelas, STIE Dwimulya menunjukkan bahwa kampus di daerah pun mampu menghadirkan riset yang berbicara pada isu-isu besar zaman, sembari tetap berpijak pada persoalan nyata masyarakat sekitar.