Debus dan Ekonomi Budaya: Catatan Riset Mahasiswa
Riset menelaah rantai nilai seni debus sebagai penggerak ekonomi budaya Banten.

SERANG — Kajian tentang seni debus terus dikembangkan mahasiswa STIE Dwimulya sebagai bahan riset yang memadukan dimensi budaya dan ekonomi. Catatan riset mahasiswa menyoroti bagaimana seni tradisional dapat menjadi penggerak ekonomi budaya di Banten.
Riset ini menelusuri rantai nilai di balik pertunjukan debus, mulai dari pelaku seni, penyelenggara, hingga potensi wisata budaya. Pendekatan ekonomi budaya membuka perspektif bahwa pelestarian warisan dapat berjalan seiring peningkatan kesejahteraan.
Nilai Ekonomi di Balik Tradisi
Ekonomi budaya memandang produk dan aktivitas budaya sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Seni debus, dengan keunikan dan akar sejarahnya, berpotensi menjadi daya tarik yang mendatangkan manfaat bagi komunitas seni.
Melalui riset ini, mahasiswa belajar mengaitkan fenomena budaya dengan kerangka analisis ekonomi. Proses ini memperkaya kemampuan berpikir kritis sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap warisan daerah.
Catatan riset debus memperlihatkan bahwa mahasiswa STIE Dwimulya mampu menghasilkan kajian yang berpijak pada kearifan lokal, sekaligus relevan dengan wacana pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.