Menyapa Kembali Padarincang: Rencana Pengabdian KKM 2025

Kawasan Kubang Baros dilirik sebagai lokasi pengabdian bertema akuntansi hayati.


Menyapa Kembali Padarincang: Rencana Pengabdian KKM 2025

SERANG — Kawasan Padarincang dan sekitarnya kembali menjadi perhatian STIE Dwimulya dalam perencanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2025. Wilayah di Kabupaten Serang ini menyimpan potensi pengabdian yang selaras dengan tema akuntansi keanekaragaman hayati yang diusung kampus.

Dalam pembahasan persiapan, pengelola riset menyinggung kawasan Kadubeureum dan Kubang Baros sebagai lokasi potensial. Daerah tersebut dikenal memiliki aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam, termasuk usaha madu teuweul yang dapat menjadi objek pendampingan.

Menautkan Riset dengan Kearifan Lokal

Pemilihan lokasi pengabdian tidak dilakukan sembarangan. Kampus mempertimbangkan keterkaitan antara potensi ekonomi lokal dengan tema riset yang diangkat, sehingga kehadiran mahasiswa dan dosen memberi nilai tambah yang konkret.

Wilayah Kabupaten Serang menjadi rumah bagi kegiatan pengabdian STIE Dwimulya dari tahun ke tahun. Kedekatan geografis memungkinkan pendampingan berkelanjutan tanpa terkendala jarak yang jauh.

Dengan menautkan riset akademik pada kearifan dan potensi lokal, STIE Dwimulya berupaya memastikan pengabdian tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi ikhtiar nyata memberdayakan masyarakat.