Pendampingan Madu Teuweul: Ekonomi Hijau ala Kubang Baros
Usaha madu lebah tanpa sengat memadukan nilai ekonomi dan kelestarian alam.

SERANG — Usaha madu teuweul di kawasan Kubang Baros menjadi objek pendampingan yang mempertemukan ilmu ekonomi dengan isu keberlanjutan lingkungan. Program ini merupakan bagian dari penerapan tema akuntansi keanekaragaman hayati yang diusung STIE Dwimulya.
Madu teuweul, yang dihasilkan lebah tanpa sengat, merupakan produk bernilai tinggi yang bergantung pada kelestarian lingkungan sekitar. Pendampingan diarahkan agar pelaku usaha mampu mengelola potensi ini secara ekonomis sekaligus ramah alam.
Ekonomi Hijau dari Kubang Baros
Konsep ekonomi hijau menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas ekonomi. Usaha madu teuweul menjadi ilustrasi nyata bagaimana pelestarian alam dapat berjalan seiring peningkatan kesejahteraan.
Melalui pendekatan akuntansi keanekaragaman hayati, mahasiswa dan dosen membantu memetakan nilai ekonomi sekaligus dampak lingkungan dari usaha tersebut. Pendekatan ini menawarkan perspektif baru dalam pemberdayaan.
Pendampingan madu teuweul menegaskan keberanian STIE Dwimulya mengangkat isu riset kontemporer yang berpijak pada potensi lokal, membuktikan bahwa kampus daerah mampu berkontribusi pada wacana keberlanjutan.